Episode 1: Sekolah + Perpustakaan, Kecamatan Venilale

Sekolah + Perpustakaan: Escola do Reino de Venilale

Kecamatan Venilale, Bacau

Tempat ini adalah salah satu bangunan pertama yg didirikan di Subdistrik Venilale, Propinsi Baucau. Dibangun di tahun 1933, tempat ini awalnya berfungsi sebagai gereja untuk warga Portugis.

Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi gereja pindah ke lokasi baru di atas bukit dan bangunan ini diubah menjadi sekolah publik pertama di Timor Leste. Pada saatu itu hanya ada satu sekolah publik lainnya, yaitu di Subdistrik Soibada, Propinsi Manatutu.

Keberadaan dua sekolah ini disebabkan karena kebutuhan untuk membagi murid-murid ke dua kelompuk yang didasarkan umur. Di Venilale, hanya murid-murid Kelas 1 sampai 4 yang diterima, dan selepas itu mereka dikirim ke Soibada untuk Kelas 5 dan seterusnya.

Awalnya, edukasi di Venilale pada saat itu sangatlah terbatas. Warga Portugis hanya memperbolehkan sekolah untuk warga lokal yang berpengaruh, seperti anak-anak dari para penguasa. Rakyat biasa tidak diperbolehkan untuk bersekolah karena alasan-alasan seperti kekurangan uang. Pada saat itu, ada perbedaan (dan diskriminasi) yang nyata di antara kelas penguasa, rakyat biasa dan kelas bawah. Kelas yang paling terakhir ini adalah kelas yang paling banyak bekerja untuk bisa menunjang anak-anak orang kaya (seperti Kepala Desa dan Bupati) untuk mendapatkan pendidikan.

Kemudian setelah masuknya Indonesia di tahun 1975, tempat ini diubah menjadi panti asuhan. Orang Indonesia juga membangun bangunan berbentuk huruf L diseberang bangunan ini untuk dijadikan sekolah, dan panti asuhannya adalah bangunan kecil yang terletak di sekitar situ.

Bangunan ini akhirnya diubah kembali menjadi sebuah sekolah menjelang kemerdekaan Timor Leste. Selepas pembukaan resmi oleh Presiden Timor Leste pada saat itu, Xanana Gusmao, fasilitas perpustakaan akhirnya diadakan di bangunan ini. Pada saat kami berkunjung, kami sempat melihat ruangan di dalam digunakan oleh anak-anak, mungkin untuk sekolah Minggu atau taman kanak-kanak.

Di daerah sekitar bangunan ini, ada warga lokal yang sudah berumur dan sempat menjadi saksi perubahan-perubahan yang terjadi. Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk Bpk. Silverto Hornain untuk meluangkan waktunya menjelaskan sejarah bangunan ini.

Ralat: Di video pada waktu 1:12, di tulis “In 1993…” yang mana seharusnya “In 1933…”



2 Balasan untuk “Episode 1: Sekolah + Perpustakaan, Kecamatan Venilale”

  1. David Foster mengatakan:

    Good film, informative. Well done.

Tinggalkan Balasan